Hati-Hati, 3 Hal Sederhana ini Harus Dihindari Saat Liburan ke Gunung

liburan ke gunung

Liburan ke gunung – Indonesia adalah negara yang kaya akan gunung. Baik gunung yang masih aktif, mati, bahkan gunung yang tidur–yang sewaktu-waktu bisa aktif kembali–juga ada di sini. Apa itu menguntungkan? Bisa iya, bisa tidak. Tergantung bagaimana kita lihat, dan sisi mana kita melihat.

Jika kita melihat gunung sebagai penyebab bencana, tentu saja, hal ini akan sangat merugikan. Dampak letusan gunung jauhnya bisa berkilo meter dari puncak. Bahkan ada juga yang dampaknya lebih besar. Gunung krakatau misalnya. Akibat letusannya bumi saat itu mengalami perubahan iklim. Abunya bahkan sampai menutupi langit. Dampak yang paling terlihat adalah timbulnya tsunami yang menghilangkan nyawa ribuan orang.

Itu bila kita lihat gunung sebagai penyebab bencana. Namun bila kita ambil sisi positifnya, dengan adanya gunung, kita bisa memiliki opsi lebih untuk liburan.

Ya, liburan ke gunung adalah salah satu yang paling disukai di sini. Menurut mereka, liburan ke sana berbeda dengan ke tempat lain. Ada hal yang harus dijalani, ada hal yang harus dipatuhi, dan ada hal yang juga harus dihindari.

Loh, kok dihindari? Memang ada yang perlu dihindari di gunung? Tentu saja. Di gunung ada banyak hal tak terduga yang bisa menimpa kita. Hal itu bisa berbentuk fisik dan non fisik.

Maksudnya fisik dan non fisik? Maksudnya fisik adalah gangguan yang bisa kalian lihat dengan mata kalian sendiri. Sebuat saja hewan buas, badai, hujan, dan sebagainya. Sedangkan non fisik, ya, kalian tahulah di Indonesia ini gunung dipercaya sebagai pusatnya makhluk tak nampak.

Untuk menghindari hal yang tak diinginkan tadi, ada beberapa hal saat liburan ke gunung yang harus dilakukan. Dan hal-hal tersebut akan kami jelaskan sebagai berikut.

LIBURAN KE GUNUNG DENGAN NIAT MENAKLUKKAN ALAM ADALAH HAL BODOH YANG HARUS DIHINDARI

Kalian tahu kenapa kita tak boleh datang ke gunung untuk menaklukkan alam? Jawabannya simpel; kalian tak mungkin mengalahkan alam. Yang ada, kalian yang justru kalah. Alam itu luas, juga buas. Ada banyak hal tak terduga yang bisa terjadi di sana. Badai, hujan, tanah longsor, kabut, ada hal sederhana yang bisa terjadi di gunung. Namun dari kesederhanaan itu kalian bisa saja celaka, tersasar, atau meregang nyawa.

Percaya tak percaya, dalam beberapa cerita yang kami terima, sangat banyak kejadian tak mengenakkan pada orang yang ingin menaklukkan alam melalui gunung.

Hal paling umum yang mereka terima dari kebodohan ini adalah tersasar, tak mampu melanjutkan perjalanan karena badai, atau, diganggu oleh yang tak nampak. Biasanya yang nomor tiga ini yang paling tak diinginkan saat liburan ke gunung.

Oleh karena itu, bila kalian ingin liburan ke tempat seperti gunung, ada baiknya kalian menjaga diri kalian dari sifat angkuh. Itu akan mengganggu kalian, akan menjerumuskan kalian ke hal-hal yang tak diinginkan.

BERBICARA KOTOR, KASAR, DAN MENGHINA SANGAT TAK DIANJURKAN SAAT LIBURAN KE GUNUNG

Sama halnya dengan menantang alam. Berbicara kotor saat di gunung juga tak dianjurkan. Malah bukan tak dianjurkan lagi, tapi dilarang. Kalian bisa tanya ke teman kalian yang hobi naik gunung; apa yang akan mereka dapat kalau berbicara kotor, kasar dan menghina saat mendaki. Jawabannya paling simpel, kalian akan diganggu. Parahnya kalian akan disesatkan.

Banyak orang mengatakan bahwa gunung itu seperti rumah, kerajaan. Sebagai pendatang atau tamu, penting untuk kita menjaga lisan. Menghindari berbicara sembarang adalah hal yang paling diutamakan.

Ya, percaya tak percaya, tapi banyak kok yang yakin; bahwa saat kita liburan ke gunung, kita dilarang untuk berbicara kotor, kasar dan menghina. Ingat, dilarang. Tapi bila kalian ingin mencobanya, silakan. Tapi tanggung sendiri akibatnya, ya? Ya, memang sih, kemungkinan diganggu bisa iya, bisa tidak. Tapi menghindari tak diinginkan itu perlu, kan?

Baca juga :

JANGAN SEKALI-KALI MEMBUANG SAMPAH . LIBURAN KE GUNUNG BUKAN UNTUK NYAMPAH, KAN?

Simpel, kok. Kalian ingin liburan atau buang sampah? Kalau kalian ingin buang sampah, kalian tak usah ke gunung. Ngapain? Toh gunung juga bukan tempat sampah, kan? Jadi kalau kalian naik gunung, sampahnya jangan lupa dibawa. Syukur-syukur, kalian juga bisa bawa balik sampah yang berserakan di sana. Amal banget tuh kalau dilakukan.

Ya, hal sederhana yang paling dilarang di gunung adalah membuang sampah. Saat kalian buang sampah, itu sama saja kalian merusak gunung. Sampah yang tercecer di gunung akan menumpuk, membusuk. Iya kalau sampahnya organik, yang beberapa waktu saja bisa terurai. Lah bagaimana kalau sampah plastik? Kalian mau nanti pas mendaki lagi melihat tumpukan sampah kalian di tempat yang sama? Tidak, kan? Maka dari itu, jangan buang sampah saat liburan ke gunung.

Terus kalau makan mie dan sebagainya, sampahnya bagaimana? Kalian dari bawah kudu siap sedia kantong sampah. Sampah-sampah yang kalian hasilkan kalian kumpulkan di sana. Nanti, kalau kalian sudah sampai bawah, sampah-sampah itu dibuang ke tempat yang semestinya. Mudah, kan?

Oh, ya, mengenai sampah di gunung, kami salut dengan petugas gunung Semeru. Kalian tahu kenapa? Mereka menetapkan aturan bahwa setiap pendaki harus membawa sampahnya kembali.

Nah, saat wisatawan yang liburan ke gunung ini sudah turun, mereka akan dicek. Sampah-sampah mereka akan dikumpulkan. Jika benar terbukti itu sampah-sampah mereka, mereka bisa kembali ke rumah masing-masing. Namun bila mereka tak membawa sampah mereka balik, tahu akibatnya apa? Ya. Mereka harus naik ke Semeru sekali lagi untuk mengumpulkan sampah. Keren kan?

Itulah 3 hal sederhana yang harus dihindari saat liburan ke gunung. Biar pun hal-hal ini sederhana, tetap saja, menghindarinya adalah hal yang paling utama. Sebab dengan melakukannya, keselamatan, keamanan dan kenyamanan kalian saat naik gunung akan sedikit terjamin.