3 Tips Mudah Menghilangkan Sifat Alay

3 Tips Mudah Menghilangkan Sifat Alay

Sebutan alay bukan lagi menjadi hal yang asing di telinga remaja Indonesia. Ada banyak hal yang membuat seseorang dikatakan sebagai alay atau orang yang berperilaku alay. Lalu, apakah readers salah satunya ?

Tanda – Tanda Bahwa Kamu Masih Alay

Namun bukan berarti sifat ini akan permanen dalam diri readers. Ada 3 tips mudah yang bisa readers praktikkan untuk perlahan menghilangkan sifat alay readers.

Cekidot !

1. Cari Teman Baru

new friends
Ilustrasi teman baru. Image by : https://pixabay.com/

Faktor lingkungan dan pergaulan memang sangat berpengaruh pada diri kita, termasuk pada sifat alay kita. Jika selama ini readers masih bergaul dengan mereka yang masih bersifat alay, maka secara tidak langsung readers pun akan terus mengikuti sifat tersebut. Cara terbaik untuk menghindari atau mengurangi sifat alay readers adalah dengan mencari teman baru dengan lingkungan atau pergaulan yang lebih dewasa. Namun bukan berarti readers harus benar-benar meninggalkan teman lama readers ya, jangan! Jangan lakukan itu! Tetaplah berteman dengan mereka namun juga tetaplah mencari pergaulan baru yang lebih dewasa. Sehingga saat berada di pergaulan yang baru, readers akan merasa bahwa ada sifat dalam diri readers yang harus dibenahi. Yaitu merubah sifat alay menjadi sifat yang sedikit lebih dewasa. Perlahan tapi pasti, bersama pergaulan baru readers akan meninggalkan sifat alay tersebut secara tidak langsung.

2. Berpikir “Apakah yang saya lakukan ini berlebihan atau tidak ?”

thingking
Ilustrasi berpikir. Image by : https://pixabay.com/

Perilaku atau sifat alay cenderung membuat semua hal menjadi berlebihan. Seperti saat menulis kata atau huruf yang seharusnya dapat ditulis dengan simple tapi justru diubah menjadi campuran huruf dan karakter-karakter lain. Atau juga seperti saat readers menunjukkan sesuatu pada teman yang sebenarnya itu adalah barang murah tapi dibuat seolah-olah barang tersebut sangat mahal. Bukankah itu semua terlihat berlebihan ? Hhhmm coba readers terapkan pertanyaan “Apakah yang saya lakukan ini berlebihan atau tidak ?” sebagai pertanyaan default ketika readers akan melakukan suatu hal. Sehingga readers akan berpikir ulang sebelum melakukan hal tersebut, dan dengan adanya pertanyaan ini pun secara perlahan readers akan mampu menghilangkan sifat atau perilaku alay readers.

Tetapi ada masalah lain nih, apa parameter dari berlebihan itu sendiri ?

Hhhmm kalau readers bingung akan parameter berlebihan itu yang bagaimana, coba readers perhatikan lingkungan readers. Yup, semua kembali ke lingkungan kita. Perhatikan bagaimana mayoritas dari mereka saat melakukan hal yang sama dengan apa yang ingin readers lakukan, jika readers rasa itu wajar ya lakukan. Tapi jika dirasa itu berlebihan untuk dilakukan di lingkungan readers, maka jangan lakukan.

Karena penilaian berlebihan dari lingkungan yang satu dengan lingkungan lainnya itu berbeda, jadi semua memang kembali pada dimana lingkungan readers berada. Sesuaikan perilaku readers dengan perilaku umumnya orang di lingkungan readers.

3. Be Yourself

be yourself
Be Yourself. Image by : https://pixabay.com/

Tanpa disadari kita menjadi alay karena terlalu takut pada pendapat orang lain sehingga tanpa sadar pun telah merubah perilaku dan sifat kita. Memang tidak ada yang salah jika mendengarkan pendapat orang lain, tapi itu ada batasannya readers. Dan bedakan antara pendapat untuk memperbaiki diri dengan pendapat untuk mengikuti gaya hidup orang lain.

Contoh pendapat untuk memperbaiki diri :

Ketika readers berbuat salah sehingga merugikan orang lain kemudian mereka memberikan pendapat akan bagaimana seharusnya readers bersikap agar tidak merugikan orang lain. Saat readers belum mampu melakukan saran tersebut, mereka akan terus mengingatkan hal tersebut.

Contoh pendapat untuk mengikuti gaya hidup orang lain :

Ketika readers merupakan sosok sederhana dan jauh dari dunia glamour kemudian beberapa teman readers memberikan saran agar readers menjadi sosok yang glamour. Saat readers masih tetap sederhana ( tidak mengikuti pendapat mereka ), mereka akan berbicara hal-hal jelek pada readers. Hal ini secara tidak langsung telah memaksa readers untuk menjadi sosok yang hidup dengan gaya glamour.

Jika pendapat tersebut adalah untuk memperbaiki diri maka wajib readers pahami dan coba lakukan. Tetapi jika pendapat yang diberikan adalah pendapat yang tujuannya untuk mengikuti gaya hidup orang lain, maka jangan lakukan. Hal tersebut hanya akan memaksa readers menjadi sosok yang tidak sesuai dengan sosok asli readers. Dan ketika hal tersebut dipaksakan, tanpa disadari readers akan menjadi sosok yang alay. Dimana readers akan selalu membesar-besarkan hal-hal yang readers lakukan, sehingga sesuatu yang biasa akan terlihat luar biasa di mata orang lain.

Itu dia 3 tips mudah yang dapat readers praktikkan agar sifat atau perilaku alay readers perlahan dapat menghilang. Ohya sekedar penyemangat aja, bahwa sifat atau perilaku alay itu jangan dianggap sangat buruk. Karena pada dasarnya sifat atau perilaku alay itu sendiri merupakan salah satu dari sekian banyaknya proses untuk kita menjadi manusia yang lebih dewasa. Semoga bermanfaat! 🙂

 

Baca Juga: